Bahasa Arab Dasar Online (disertai file mp3 dan pdf)
“bahasa arab bekal memahami agama islam” itulah kata pertama di bawah baner situs badaronline.com, situs ini menyediakan tawaran menarik bagi kita yang ingin belajar bahasa arab dari dasar.
materi-materi dasar disajikan dengan rapi dan sistematis, dilengkapi dengan file mp3 yang bisa kita download, silahkan kunjungi daftar isinya di sini.
sistem ini sangat cocok bagi kita yang sedang memulai belajar bahasa arab dan tidak punya waktu untuk melakukan proses belajar di dalam kelas. (misalnya kursus atau nyantri di pondok pesantren).
materi juga terangkum dalam file pdf, yang bisa kita download di sini, materi versi pdf baru tersedia sepertiga dari seluruh materi.
saya juga ikut memanfaatkan waktu di jalan (ciputat – jakarta kota) untuk belajar menggunakan materi tersebut, file-file mp3 saya taruh di mp4 payer sambil membawa hasil print dari file pdf.
NB:
- Bahasa arab adalah bahasa Al Qur’an dan Hadits, bacaan sholat juga menggunakan bahasa arab, jadi tidak ada salahnya bagi kita untuk memanfaatkan waktu luang kita untuk belajar bahasa arab.
- belajar membutuhkan kesabaran dan konsistensi, sebagai gambaran seorang anak kecil (bayi) kira-kira butuh 3 tahun untuk menguasai suatu bahasa.
- saya sendiri butuh waktu kira kira 12 tahun untuk menguasai bahasa inggris (SMP, SMA, kuliah, kursus setelah kuliah), hingga akhirnya bisa menerapkan “reading, writing, speaking, listening” dengan memadai. tetapi kurikulum SMP, SMA, kuliah hanya memberikan porsi kira-kira 2 jam perminggu untuk mata pelajaran bahasa inggris, jadi kalau 1 jam perhari belajar bahasa arab insya Allah akan lebih cepat menguasai bahasa arab… ” pahami materi sedikit demi sedikit, jangan berpindah materi sebelum kamu paham” itu kata guru bahasa arab saya dulu.
- saat ini saya bisa “speaking dan listening” bahasa jawa, tetapi untuk “reading dan writing” tulisan/karakter jawa saya udah nggak bisa atau tepatnya sudah lupa, kemampuan itu mungkin hilang ditelan waktu, karena hampir tidak pernah dipakai lagi (itu pelajaran SD dulu).
- Beberapa kali saya melihat orang indonesia (muslim) yang bertemu orang Arab tetapi berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris…. dan juga termasuk saya
Buku Saku untuk Belajar Bacaan Sholat beserta Artinya
Dulu waktu kuliah saya kadang-kadang silaturahmi ke tempat saudara, beliau saya panggil kakak (urutannya satu buyut, jauh banget yah…), kakakku tersebut juga tinggal di kost-kost an (sedang menempuh pendidikan S-2)
kakakku seorang Dosen IAIN….. suatu ketika saya melihat beliau tiduran sambil membaca buku tentang petunjuk sholat, waktu itu saya heran… “Dosen IAIN baca-baca buku tuntunan sholat” …. bacanya lirih tapi masih bisa didengar… seperti orang yang baru belajar menghafal bacaan sholat…
Hingga akhirnya saya mengerti.. bahwa dalam setiap bahasa kesalahan satu huruf dapat membuat perbedaan arti, atau artinya hilang… karena kosa katanya salah….(kata tersebut tidak ada).
untuk mengurangi kemungkinan kesalahan bacaan dan sekaligus menghafal artinya.. (maklum bahasa arabku masih pas-pas an)…. saya kadang kadang membawa-bawa buku mengenai petunjuk pelaksanaan Sholat (Fiqih Sholat), buku tersebut kecil, berupa buku saku, dan biar tidak dikira lagi belajar menghafal bacaan sholat saya beri sampul itu buku…. hehehe ….biar gak malu bawa kemana-mana…![]()
diharapkan dengan mengerti bacaan sholat beserta artinya, sholat menjadi lebih khusuk….Amin
Minal ‘Aidin Wal Faizin artinya bukan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”
Minal ‘Aidin Wal Faizin artinya bukan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”
itulah kesimpulan dari artikel di sini dan di sini yang saya baca, berikut kutipan-nya:
Sebagian orang kadang cukup mengucapkan minal ‘aidin wal faizin dengan bermaksud meminta maaf. Benarkah kalimat tersebut memiliki makna yang sama?
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )
Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri. ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)
Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.
Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.
Para Sahabat Rasulullah biasa mengucapkan kalimat Taqobalallaahu minnaa wa minkumdi antara mereka. Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum, semoga juga puasaku dan kalian diterima.
Kesalahan Penulisan
Pertama, kesalahan penulisan pada kata “Minal ‘Aidin wal Faizin” yang kadang ditulis seperti beberapa contoh dibawah ini:
1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”
Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Karena kesalahan penulisan abjad juga berarti makna yang salah. Seperti dalam bahasa inggris, antara Look dan Lock beda makna padahal cuman salah satu huruf bukan?
Terjemahan Al-Qur’an Secara Lafzhiyah
Kitab berikut “Inaayah – Terjemah Al-Qur’an Secara Lafzhiyah” sangat membantu (saya) dalam menambah kosa kata (bahasa arab), Ada temen yang bilang bahwa kosa kata lebih penting dari pada struktur (nahwu – shorof), tapi tentu lebih baik menguasai semua-nya
berikut contoh tampilan untuk Surah Al-Fatihah, terjemahan per-kata (sebenarnya tidak selalu per-kata) jadi bisa digunakan untuk menambah kosa kata bahasa arab:

dengan sedikit proses scanning dan editing Ayat-ayat tersebut bisa dimasukkan ke dalam handphone, jadi bisa di bawa ke mana-mana. Ini juga cara saya memanfaatkan waktu di jalan setiap hari kerja (Ciputat- Jakarta Kota, kira-kira 3 s.d 4 jam PP), selain juga tidur di jalan
Dengan asumsi 3 jam per hari kerja di jalan, kalau dihitung-hitung banyak juga waktuku di jalan.
dalam satu tahun:
12 bulan x 4 minggu x 5 hari kerja x 3 jam = 720 jam/tahun
720 jam dalam setahun atau bila kita konversi ke hari (24 jam dalam satu hari)
720 jam = 720 jam / 24 jam = 30 hari
angka yang fantastis , jadi dalam setahun kira-kira satu bulan saya berada di jalan…lama juga ya..
jadi teringat cerita serang ustadz di Jogja, waktu dia di Pakistan (jalan-jalan) dia memasukkan uang ke dalam kotak amal yang berada di per-empatan jalan (ukuran kotak amal-nya gede)……….. temen si ustadz tersenyum dan bilang “itu bukan kotak amal, tetapi untuk lembaran-lembaran ayat Al-Qur’an, agar tidak tercecer (ditaruh sembarangan bila sudah dihafalkan)”…………….rupanya banyak warga Pakistan yang membawa-bawa lembaran Al-Quran untuk dihafal.. tidak heran jika jumlah penghafal Al Qur’an di sana sangat banyak
Iqro’ (bacalah)…
ayat Al Qur’an yang pertama kali turun
kayaknya dalam bahasa arab saya cuman bisa baca (itu juga kalo ada harakat-nya, kalo tanpa harokat/gundul juga masih bingung)……….blog ini memuat catatan ku belajar bahasa arab… rasanya dah lama belajar bahasa arab ..hanya saja kurang telaten kurang serius.. jadi hasilnya kurang maksimal
kalau dipikir-pikir bahasa arab itu buat ku lebih mudah daripada bahasa mandarin atau bahasa jepang, konon bahasa itu terbagi atas aspek membaca (reading), nulis (writing), bicara (speaking), mendengar (listening).. nah kalau bahasa arab udah bisa baca dan nulis
inget dulu ikut kursus kursus bahasa mandarin, cuma nyampe level satu.. kapok, latihan nulis nya susah banget.. belum lagi mbaca nya…. belum lagi menghafal artinya…udah bener-bener kapok……sampe sekarang belum punya keinginan lagi untuk kursus bahasa mandarin
Cerita Lucu2 Karena nggak bisa Bahasa Arab
aku punya beberapa cerita lucu karena tidak bisa bahasa arab.
cerita pertama (dari sebuah buku)….kunjungan wisatawan indonesia ke Kedutaan arab (di negara lain)….saat ini ada pidato (pakai bahasa arab)….lah kok di amini sama orang2 indonesia…. mungkin dipikirnya lagi berdoa… padahal lagi pidato
kedua, kalo ini pengalamanku sendiri… waktu jum’atan… khotib nya membaca hadits….. itu juga karena aku tahu bahasa arab dikit-dikit ….. khotib nya mbaca …….. “an.. an… qola….” lah kok ada jema ah jum’atan yang mulai meng-amini…..ya udah.. praktis hampir seisi mesjid meng-amini…. mungkin mereka pikir lagi baca doa…. padahal baca hadits… ya udah… khotib dan jama’ah yang ngerti dengan apa yang terjadi terlihat menahan tawa….
wah lucu banget ternyata kalau hal-hal seperti ini terjadi… makanya ayo belajar bahasa arab….masak…berdoa nggak ngerti maksudnya….sholat nggak ngerti artinya…





Komentar Terakhir